Jumat, 13 Mei 2011

bandung

Obyek Wisata Bandung – Kota kembang adalah nama lain dari kota bandung, kota bandung dahulunya juga disebut dengan Paris Van Java. Seperti yang kita ketahui, kota bandung terkenal juga dengan kota belanja, dengan banyak tersebarnya mall-mall dan factory autlet di kota ini. Hingga sampai saat ini kota bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan. Sebagaimana data yang duniabaca.com himpun dari berbagai sumber, ada ratusan obyek wisata di bandung yang semuanya itu memang sangat menarik untuk dikunjungi. Berikut ini adalah daftar tempat wisata di bandung khususnya Bandung Kota.



DAFTAR WISATA BANDUNG KOTA
1. Taman Makam Pahlawan Cikutra
Taman Makam Pahlawan Cikutra adalah komplek pemakaman bagi pejuang dan tentara di Kota Bandung. Pemakaman ini berlokasi di Kelurahan Cikutra, Cibeunying Kidul, Bandung, di bagian timur laut kota.
2. Museum Geologi Bandung
Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.
3. Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)
Bangunan gedung ini dirancang arsitek Ir J. Berger dari Landsgeboundienst, dinas pembangunan gedung-gedung pemerintah Negeri Belanda. Dibutuhkan tenaga hingga 2.000 orang pekerja. Di antara ribuan pekerja itu, terdapat lebih kurang 150 Cina Konghu atau Kanton, tukang kayu dan pemahat batu yang trampil di negerinya. Arsitek Belanda, Dr. Hendrik Petrus Berlage, menyebut bahwa Gedung Sate beserta rancangan kompleks Pusat Perkantoran Instansi Pemerintahan Sipil Hindia Belanda di Bandung merupakan sebuah karya besar. Sementara Coor Passchier dan Jan Wittenberg, dua arsitek Belanda yang menginventarisir bangunan kolonial di Bandung, menyebut Gedung Sate sebagai sebagai bangunan monumental yang anggun mempesona, serta memiliki gaya arsitektur yang unik, dan gigantik.
Gedung Sate sendiri sebenarnya hanya bagian kecil atau sekira 5% dari “Kompleks Pusat Perkantoran Insatansi Pemerintah Sipil” Hindia Belanda yang menempati lahan Bandung Utara seluas 27.000 meter persegi. Oleh penduduk tempo dulu “Gedong Sate” dinamai “Gedong Bebe” yang kemudian lebih populer dengan “Gedung Sate” karena di puncak menara gedung tersebut terdapat “tusuk sate” dengan 6 buah ornamen berbentuk jambu air.
4. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat
Monumen ini terletak di sebelah utara Gedung Sate Bandung. Jika kita berada di plaza monumen tersebut, secara garis lurus, kita dapat melihat dengan jelas bangunan Gedung Sate. Antara monumen dan Gedung sate, terdapat Taman Kota, Jl. Surapati, Lapangan Gasibu, dan Jl. Diponegoro. Monumen ini dekat juga dengan Kampus Universitas Padjajaran di Jalan Dipati Ukur Bandung. Di sebelah barat dari monumen ini berdiri tegak Gedung Telkom Indonesia, dan di sebelah timur berdiri Gedung Pertamina Indonesia.
Banyak aktivitas yang sering dilakukan di monumen ini. Selain sebagai titik massa untuk berkumpul sebelum dan sesudah aksi dalam berbagai isu tuntutan, di monumen ini sering pula diadakan acara-acara hiburan. Seperti pasar malam, acara dangdut, dan acara-acara lain yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi di negeri ini.
5. Kebun Binatang Bandung
Terletak di Jl. Tamansari. Kebun Binatang Bandung ini pada awalnya dikenal dengan nama Derenten (dalam bahasa sunda, dierentuin) yang artinya kebun binatang. Kebun Binatang Bandung didirikan pada tahun 1930 oleh Bandung Zoological Park (BZP), yang dipelopori oleh Direktur Bank Dennis, Hoogland. Pengesahan pendirian Kebun Binatang ini diwenangi oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan pengesahannya dituangkan pada keputusan 12 April 1933 No.32. Pada saat Jepang menguasai daerah ini, tempat wisata ini kurang terkelola, hingga pada tahun 1948, dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi tempat wisata ini.
Pada tahun 1956, atas inisiatif dari R. Ema Bratakoesoema, Bandung Zoological Park dibubarkan dan berganti menjadi Yayasan Marga Satwa Tamansari pada tahun 1957.
6. Taman Ganesha Bandung
Adalah sebuah taman kota yang terletak di Jalan Ganesha – Bandung, persis di depan Kampus Institut Teknologi Bandung. Dari segi ukuran, taman ini tidak begitu luas namun sangat asri karena berbagai tumbuhan yang ada di taman dan sekitarnya. Taman dilengkapi dengan banyak tempat duduk yang dapat digunakan untuk refreshing khususnya di siang hari. Karena lokasinya tidak jauh dari Kebun Binatang Bandung, taman ini sering digunakan oleh para pengunjung kebun binatang untuk beristirahat bersama keluarga sambil menikmati makan siang.
Di sekitar taman tumbuh pepohonan yang tinggi yang dihuni oleh beraneka ragam burung. Memang, kawasan Jalan Ganesha diperuntukkan bagi konservasi beraneka ragam burung sehingga tidak satu pun burung yang ada diperbolehkan untuk diburu.
Bagi yang ingin berkuda sambil berkeliling taman, di sekitar taman terdapat banyak sekali penyewaan kuda. Bagi anak kecil dapat didampingi oleh sang pemilik kuda, atau bagi yang sudah berani berkuda sendiri dapat melakukannya tanpa didampingi sang pemilik kuda. Bagi keluarga yang ingin beramai-ramai menikmati taman dapat menyewa dokar yang dikendalikan oleh sang pemilik dokar.
7. Taman Lansia Bandung
Taman Lansia adalah sebuah taman kota yang terletak di sebelah kanan Gedung Sate Bandung. Merupakan sarana refreshing dan istirahat bagi warga kota Bandung maupun warga luar Bandung yang sedang berkunjung ke kota Bandung.
Di sekitar taman terdapat beberapa tempat yang menyajikan berbagai penganan dan makanan. Sebut saja Youghourt Cisangkuy, merupakan tempat yang cukup tersohor bagi kalangan warga Jakarta. Ada juga kios yang menyediakan surabi dengan berbagai macam rasa, mulai dari rasa keju, coklat, susu, pisang, dan lain-lain. Seringkali ada mobil keliling yang menjajakan beraneka barang pecah belah dan kerajinan keramik.
8. Pusat Sepatu dan Tas Cibaduyut
Seperti namanya, di sepanjang Jalan Cibaduyut Bandung, kita bisa melihat toko-toko yang berjejer memajang dagangan yang didominasi oleh tas dan sepatu. Kalau kita masuk ke dalamnya, kita dapat menemukan lebih banyak lagi. Ada pakaian termasuk jaket kulit, tas kulit, tas gendong, dompet, ikat pinggang, boneka, sandal, dan lain-lain. Harganya pun bervariasi, mulai dari beberapa puluh ribu saja sampai dengan ratusan ribu rupiah.
9. Museum Pos Indonesia Bandung
Keberadaan Museum Pos Indonesia yang berlokasi tidak jauh dari Gedung Sate, tidak terlepas dari perjalanan sejarah Perusahaan Pos di Indonesia. Museum ini hadir sejak zaman Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1933 dengan nama Museum PTT (Pos Telegrap dan Telepon) dan menempati bagian sayap kanan bawah gedung kantor PTT . Bangunan museum ini dibangun pada tanggal 27 Juli 1920 dengan luas bangunan 706 m2 dan dirancang oleh arsitek Ir. J. Berger dan Leutdsgebouwdienst dengan gaya arsitektur Italia masa Renaissance sebagai sebuah tempat yang mengoleksi perangko-perangko dari berbagai negara.
10. Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas)
Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution adalah tempat yang tepat bagi anak untuk belajar kelalulintasan. Di taman yang sejuk dan nyaman ini, anak-anak akan menikmati berkendara dengan sepeda atau kendaraan mini di jalur buatan yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Dan langsung mempraktekkan pelajaran kelalulintasan dalam suasana permainan yang menyenangkan.
Lingkungan taman yang luas, hijau dan dilengkapi dengan kursi-kursi taman sangat cocok sebagai pilihan rekreasi Anda sekeluarga.
11. Museum Mandala Wangsit Siliwangi
Museum Mandala Wangsit Siliwangi adalah museum senjata yang berada di Bandung, Jawa Barat. Nama Siliwangi sendiri adalah seorang pendiri Kerajaan Pajajaran yang kekuasaanya tak terbatas, konon raja yang arif dan bijaksana serta wibawa dalam menjalankan roda pemerintahaan, sedangkan arti Mandala Wangsit adalah sebuah tempat untuk menyimpan amanat, petuah atau nasihat dari pejuang masa lalu kepada generasi penerus melalu benda-benda yang ditinggalkannya.
Nama jalan tempat museum ini, Jl. Lembong, diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelumnya jalan itu bernama Oude Hospitaalweg.
12. Museum Konferensi Asia Afrika
Gedung yang terletak di jalan Asia Afrika ini didirikan oleh seorang arsitek Belanda yang bernama Van Galenlast dan C.O. Wolf Shoomaker. Gedung ini menjadi sangat terkenal sejak diadakannya Konferensi Asia Afrika tahun 1955, kemudian Konferensi Mahasiswa Asia Afrika tahun 1956 dan Konferensi Islam Asia Afrika yang menyimpan naskah-naskah dan peniggalan-peniggalan Asia Afrika yang terkenal. Gedung ini dibuka untuk umum setiap harikerja dan mudah dicapai dengan menggunakan bus kota jurusan Cicaheum-Cibeureum, Museum ini menampilkan koleksi foto-foto dan barang-barang tiga dimensi yang berhubungan dengan Konferensi Asia Afrika 1955, Benda-Benda KAA, Foto KAA sebelum dan sesudah peringatan KAA, Dasa Sila Bandung, Ulas Pers, Patung tokoh-tokoh KAA, Ruang pameran tetap, Ruang aula, Audio visual dan Perpustakaan
13. Alun-alun dan Masjid Agung Bandung
Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang dulu dikenal dengan Masjid Agung Bandung, selesai dibangun kembali pada 13 Januari 2006. Pembangunan itu termasuk dengan penataan ulang Alun-alun Bandung, pembangunan dua lantai basement dan taman kota sekaligus halaman masjid yang dapat dipergunakan untuk kegiatan seni budaya serta salat Idul Fitri dan Idul Adha. Secara resmi pembangunan fisik masjid, membutuhkan waktu : 829 hari atau 2 tahun 99 hari, sejak peletakan batu pertama 25 Februari 2001 sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu: H.R. Nuriana.
14. Monumen Bandung Lautan Api
Merupakan monumen yang menjadi markah tanah Bandung. Monumen ini setinggi 45 meter, memiliki sisi sebanyak 9 bidang. Monumen ini dibangun untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha.
Monumen ini berada di tengah-tengah kota yaitu terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Monumen ini menjadi salah satu monumen terkenal di Bandung. Monumen ini menjadi pusat perhatian setiap tanggal 23 Maret mengenang peristiwa Bandung Lautan Api.
15. Taman Tegalega – Astana Anyar
16. Taman Kota Bandung – Jl. Merdeka
17. Lapangan Gasebu Bandung (Gabungan Sepakbola Bandung Utara)
18. Taman Kantor Pemerintah Kota Bandung
19. Bandung Tempo Doeloe – Jl. Braga
20. Pusat Perbelanjaan Jins – Jl. Cihampelas
21. Pusat Perbelanjaan Pasar Baru – Jl. Otto
22. Pusat Perbelanjaan Kings Plaza – Jl. Kepatihan
23. Pusat Factory Outlet Jalan Riau dan Jalan Dago
24. Monumen Hussein Sastranegara – Jl. Pajajaran
25. Museum Sri Baguda – Jl. Lingkar Selatan

objek wisata lombok

SEKOTONG : Berlokasi kira-kira 45 Km di arah selatan dari Mataram merupakan daerah dengan pantai pasir putihnya yang asli. Sangat ideal untuk bersantai. Di laut sekelilingnya penuh dengan kehidupan laut yang berwarna-warni. Dengan hanya sedikit menyeberang dari tepi pantainya yang indah kita dapat mengunjungi Gili Nanggu dan Gili Tangkong.

BANYUMULEK : Banyumulek merupakan salah satu pusat pembuatan gerabah di Lombok berlokasi kurang lebih 10 Km ke arah selatan Mataram. Hal ini menjadikan seni Banyumulek dikenal di dunia internasional, pot-pot bunga dengan dekorasi-dekorasi rumit dibuat disini.

BATU LAYAR, MONTONG, MENINTING. SESELA dan GUNUNG SARI : Tempat-tempat ini banyak menyungguhkan kios-kios seni dan tokao-toko kerajinan. Dengan berbagai macam pilihan serta harga yang bagus. Berlokasi disepanjang jalan dari Senggigi ke Mataram.

BATU BOLONG : Batu Bolong ( yang diartikan sebagai batu yang berlubang ) adalah salah satu tempat yang ideal untuk menyaksikan sunset yang megah diatas selat Lombok. Di tempat ini terdapat pura hindu yang dibangun diatas karang hitam dengan konsruksi sedemikian rupa sehingga arahnya tepat menghadap Gunung Agung di Bali yang dapat dilihat dengan mudah diseberang selat Lombok, warna dan musik upacara keagamaan hampir selalu terlihat disini.

SENGGIGI : Berlokasi 10 Km di sebelah Utara Mataram, Senggigi merupakan area Resort tertua dan paling terkenal di Lombok. Tempat sempurna untuk bersantai, Senggigi membanggakan pantai-pantai berpasir putihnya yang aman untuk berenang. Di pusat pantai Senggigi memiliki ombak yang cukup bagus untuk berselancar. Tempat ini juga memiliki terumbu karang yang berwarna-warni yang menyediakan perlindungan bagi biota laut dan dengan bentuk terumbu karangnya yang sangat indah sehingga merupakan tempat yang sangat ideal untuk snorkeling. Senggigi terjangkau untuk semua kalangan, mulai dari restoran esklusif sampai dengan kafe-kafe kecil berjejer di pinggirjalan. Ada banyak Club, Bar dan Cafe yang akan melayani wisatawan yang tinggal disini. Penginapan juga tersedia dengan range dari hotel mewah sampai hotel-hotel kecil dan bungalow-bungalow.

PANTAI KERANDANGAN, MANGSIT, dan MALIMBU : Pantai Kerandangan dan Mangsit berlokasi di sebelah utara tidak jauh dari Senggigi dengan didukung oleh hotel-hotel berkelas, pantai yang bersih sangat memungkinkan tempat ini digunakan untuk berenang, berlayar ataupun untuk bersantai. Lebih ke arah utara di sepanjang panorama jalan adalah pantai Malimbu. Tempat ini juga ideal untuk melakukan kegiatan yang sama.

GUNUNG PENGSONG : Walaupun dinamakan Gunung Pengsong akan tetapi sebenarnya merupakan sebuah bukit yang dari sudut 360' akan menawarkan panorama yang spektakuler. Ditempat ini juga merupakan tempat/habitat Kera. Dengan segala cerita latar belakang sejarah dan keberadaan puranya gunung Pengsong berlokasi 9 Km ke arah Selatan Mataram.

LINGSAR : Lingsar berada di utara Narmada dan memiliki pura Hindu yang dikenal oleh masyarakat luas sebagai pura Hindu yang paling keramat. Pura ini dibangun tahun 1714 yang pada situasi lebih lanjut juga menjadi tempat pemujaan bagi pribumi Yang menganut ajaran Animisme, Waktu Telu. Kedua kepercayaan yang berbeda ini mengkombinasikan ajaran Animismenya. Sekali dalam setahun mereka berkumpul bersama untuk melakukan upacara bersama untuk menyambut datangnya musim penghujan. Upacara "Perang Topat" dimulai dengan terlebih dahulu melakukan pemujaan di masing-masing pura mereka, kemudian mereka berkumpul di luar pura dan satu sama lain mulai saling melempar dengan beras yang telah dimasak dan di bungkus dalam daun kelapa (janur) yang disebut dengan ketupat/topat.

TAMAN NARMADA : Taman yang cantik dan mengagumkan ini berada 10 Km di Timur Cakranegara terbentang dari Timur ke Barat di daerah dataran tinggi Lombok Barat. Bukit kecil dan danau yang ada di taman ini merupakan replika dari dataran dan danau yang ada di gunung Rinjani (gunung tertinggi dan paling keramat di Lombok). Taman ini di buat oleh Raja Anak Agung Gede Karang Asem saat memerintah Mataram. Menyadari bahwa akan semakin sukar untuk melakukan ziarah tiap tahunnya ke gunung Rinjani karena usianya yang semakin tua maka untuk mempersembahkan sesajen ke Segara Anak yang dikeramati dibuatlah replika di tempat yang lebih rendah.

PUSUK : Berlokasi di bukit sebelah timur Malimbu dan merupakan jalan alternatif menuju ke Bangsal. Pusuk memiliki pemandangan alam yang fantastik, terdapat beberapa hotel kecil dan restoran yang bagus yang juga tidak kalah bagusnya dengan pemandangan alam liarnya. Lautan disini merupakan rumah bagi 2 species kera dan sebagian besar dari mereka tidak takut untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung. Tempat inijuga ideal untuk trekking di bukit-bukit dan lembah-lembah dengan airnya yang jernih.


SURANADI : Berlokasi di Timur-laut Narmada, Suranadi memiliki salah satu pura suci bagi umat Hindu di Lombok. Pura tersebut terletak di daerah yang cocok untuk bersantai ditambah dengan sumber mata air dan disekitarnya banyak terdapat pondok-pondok penjual ikan segar. Suranadi sendiri sangat membanggakan areal hutan alamnya yang merupakan habitat bagi Kera dan berbagaijenis Burung.

 

tentang lombok

Pulau Lombok berada persis di sebelah timur Pulau Bali dan sebelah barat Pulau Sumbawa. Di dominasi oleh sebagian besar suku Sasak yang kebanyakan berdomisli di Lombok bagian selatan dan utara. Menurut beberapa sumber bahwa suku sasak berasal dari Vietnam dimana dibagian selatan Lombok terdapat beberapa benda bersejarah ditemukan barang barang antiq yang persis sama dengan yang ada di Vietnam.

Pulau Lombok yang terkenal dengan keindahan alam dan baharinya yang sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara terdapat beberapa obyek menarik seperti Air Terjun Sendang Gile yang berada persis di kaki Gunung Rinjani dengan ketinggian 150 meter dimana airnya mengalir dari Danau Segara Anak.

Masih disekitar Air Terjun Sendang Gile terdapat juga rumah tradisional suku Sasak yang masih asli dan memegang kepercayann nenek moyang sampai sekarang.

Pulau Lombok dengan luas wilayahnya 80 kilometer persegi dengan penduduk 3 juta dan sebagian besar menempati wilayah Lombok bagian timur karena wilayah ini dianggap yang paling subur di Pulau Lombok dan di Pulau Lombok sendiri terdapat 4 Kabupaten dan satu Kota Madya yaitu : Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kodya Mataram yang termasuk Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pulau Lombok bisa dijangkau melalui udara maupun laut dari kedua Pula tetangga yaitu Pulau Sumbawa dan Bali. Terdapat pelabuhan Padang Bai menuju Pulau Lombok dengan menggunakan ferry dengan memakan waktu sekitar 4-5 jam sedangan dari Pulau Sumbawa hanya 1,5 Jam.






taman nasional di indonesia

Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi (pasal 1 butir 14 UU No. 5 Tahun 1990).

Kawasan Pelestarian Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya (Pasal 1 butir 13 UU No. 5 Tahun 1990).

Berikut ini daftar Taman Nasional yang ada di Indonesia (anda dapat klik setiap kawasan berdasarkan pulau pada peta diatas) :

Taman Nasional di Pulau SumateraTaman Nasional di Pulau JawaTaman Nasional di Bali dan Nusa Tenggara
1. Gunung Leuser *) **)1. Ujung Kulon **)1. Bali Barat
2. Siberut *)2. Kepulauan Seribu2. Gunung Rinjani
3. Kerinci Seblat **)3. Gunung Halimun3. Komodo *) **)
4. Bukit Tigapuluh4. Gunung Gede Pangrango *)4. Manupeu Tanah Daru
5. Bukit Duabelas5. Karimunjawa5. Laiwangi Wanggameti
6. Berbak ***)6. Bromo Tengger Semeru6. Kelimutu
7. Sembilang7. Meru Betiri 
8. Bukit Barisan Selatan **)8. Baluran 
9. Way Kambas9. Alas Purwo 
10. Batang Gadis10. Gunung Merapi 
11. Tesso Nilo11. Gunung Merbabu 
 12. Gunung Ciremai 
   
Taman Nasional di Pulau KalimantanTaman Nasional di Pulau SulawesiTaman Nasional di Maluku dan Papua
1. Gunung Palung1. Bunaken1. Manusela
2. Danau Sentarum ***)2. Bogani Nani Wartabone2. Aketajawe - Lolobata
3. Betung Kerihun  3. Lore Lindu *)3. Teluk Cendrawasih
4. Bukit Baka-Bukit Raya  4. Taka Bonerate 4. Lorentz **)
5. Tanjung Puting *)5. Rawa Aopa Watumohai5. Wasur
6. Kutai 6. Wakatobi 
7. Kayan Mentarang 7. Kepulauan Togean 
8. Sebangau8. Bantimurung - Bulusaraung 

Sabtu, 07 Mei 2011

Kota Cirebon

Kota Cirebon
Balai Kota Cirebon

Logo
Motto: Gemah Ripah Loh Jinawi
Lokasi Cirebon di Jawa Barat
Kota Cirebon terletak di Indonesia
Kota Cirebon
Lokasi Cirebon di Indonesia
Koordinat: 6°43′S 108°34′E / 6.717°LS 108.567°BT / -6.717; 108.567Koordinat: 6°43′S 108°34′E / 6.717°LS 108.567°BT / -6.717; 108.567
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Pemerintahan
 - Walikota Subardi S.Pd
Luas
 - Total 3.754 km2
Populasi (2010[1])
 - Total 298.224
 Kepadatan 79,4/km²
Kecamatan 5
Kelurahan 22
Zona waktu WIB (UTC+7)
Kode area telepon +62 231
Situs web www.cirebonkota.go.id
Kota Cirebon adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Kota ini berada di pesisir utara Jawa atau yang dikenal dengan jalur pantura yang menghubungkan Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya.
Cirebon juga disebut dengan nama Kota Udang dan Kota Wali. Sebagai daerah pertemuan budaya Jawa dan Sunda sejak beberapa abad silam, masyarakat Cirebon biasa menggunakan dua bahasa, bahasa Sunda dan Jawa.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah

Balai Kota Cirebon (1927)
Keberadaan kota ini tidak lepas dari sejarah Kesultanan Cirebon, kemudian pada masa kolonial Hindia Belanda, pada tahun 1906 Cirebon disahkan menjadi Gemeente Cheribon dengan luas 1.100 Hektar dan berpenduduk 20.000 jiwa (Stlb. 1906 No. 122 dan Stlb. 1926 No. 370).
Pada 1942 Kota Cirebon diperluas menjadi 2.450 hektare dan tahun 1957 status pemerintahannya menjadi Kota Praja dengan luas 3.300 hektare, setelah ditetapkan menjadi Kotamadya tahun 1965 luas wilayahnya menjadi 3.600 hektare.
Pada tanggal 15 April 2011, Kota Cirebon diguncang dengan bom bunuh diri. Lokasi pengeboman berada di masjid Mapolresta Cirebon. Pada peristiwa tersebut, pelaku bom bunuh diri tewas seketika, dan terdapat beberapa orang luka parah.[2]

Geografi

Kota Cirebon terletak pada 108º33 Bujur Timur dan 6º41 Lintang Selatan pada pantai Utara Pulau Jawa, bagian timur Jawa Barat, memanjang dari barat ke timur ±11 km dengan ketinggian dari permukaan laut ±5 m (termasuk dataran rendah). Kota Cirebon dapat ditempuh melalui jalan darat sejauh 130 km dari arah Kota Bandung dan 258 km dari arah Kota Jakarta.
Kota Cirebon terletak pada lokasi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Letaknya yang berada di wilayah pantai menjadikan Kota Cirebon memiliki wilayah dataran yang lebih luas dibandingkan dengan wilayah perbukitannya. Luas Kota Cirebon adalah 3.754 km2 dengan dominasi penggunaan lahan untuk perumahan (32%) dan tanah pertanian (38%).
Wilayah Kotamadya Cirebon dibatasi oleh :
Sebagian besar wilayah merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 0-2000 dpl, sementara kemiringan lereng antara 0-40 % dimana 0-3 % merupakan daerah berkarateristik kota, 3-25 % daerah transmisi dan 25-40 % merupakan pinggiran.
Kota ini dilalui oleh beberapa sungai di antaranya Sungai Kedung Pane, Sungai Sukalila, Sungai Kesunean, dan Sungai Kalijaga.

Iklim

Kota Cirebon termasuk dalam iklim tropis dengan suhu udara rata-rata 28°C. Kelembaban udara berkisar antara ± 48-93% dengan kelembaban udara tertinggi terjadi pada bulan Januari-Maret dan angka terendah terjadi pada bulan Juni-Agustus.
Rata-rata curah hujan tahunan di kota Cirebon ± 2260 mm/tahun dengan jumlah hari hujan ± 155 hari. Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson, iklim di kota Cirebon termasuk dalam tipe iklim C dengan nilai Q ± 37,5% (persentase antara bulan kering dan bulan basah). Musin hujan jatuh pada bulan Oktober-April, dan musim kemarau jatuh pada bulan Juni-September.

Perhubungan

Kota Cirebon terletak di wilayah strategis, yakni titik bertemunya jalur tiga kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, dan Semarang. Semua jenis transportasi itu baik transportasi darat, laut, dan udara saling berintegrasi mendukung pembangunan di kota Cirebon.
Kota Cirebon memiliki dua stasiun kereta api, yakni Stasiun Kejaksan dan Stasiun Prujakan. Stasiun Kejaksan berarsitektur khas kolonial Belanda, stasiun ini melayani hampir semua tujuan kota - kota lainnya baik itu kota besar maupun kota kecil di pulau Jawa. Terminal angkutan darat di Kota Cirebon di antaranya terminal besar Harjamukti, letaknya di jalan By Pass Kota Cirebon.
Pelabuhan Cirebon saat ini hanya digunakan untuk pengangkutan batu bara dan kebutuhan pokok dari pulau-pulau lain di Indonesia. Bandar Udara Cakrabuana merupakan bandar udara di Kota Cirebon saat ini hanya dijadikan sebagai bandara khusus militer.
Di kota ini masih terdapat Becak khas Cirebon sebagai sarana transportasi rakyat sekaligus sarana untuk wisata keliling kota.

[sunting] Perekonomian

Gedung Bank Indonesia, salah satu bangunan peninggalan Belanda di Cirebon
Perekonomi Kota Cirebon dipengaruhi oleh letak geografis yang strategis dan karakteristik sumber daya alam sehingga struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa.
Dengan demikian maka Kota Cirebon tergolong kedalam kategori daerah yang cukup cepat bertransformasi dari tatanan ekonomi tradisional yang bertumpu pada sektor yang mengandalkan nilai tambah sumber daya manusia seperti industri pengolahan, perdagangan dan jasa.
Salah satu wujud usaha di sektor informal adalah pedagang kaki lima, Kota Cirebon yang sering menjadi sasaran urbanisasi memiliki jumlah PKL yang cukup signifikan pada setiap tahunnya. Fenomena ini di satu sisi menggembirakan karena menunjukan dinamika ekonomi akar rumput, tapi di sisi lain jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan persoalan yang serius di sektor ketertiban dan tata ruang.
Perusahaan rokok multinasional, British American Tobacco (BAT), merupakan salah satu produsen rokok yang pernah berdiri di Kota Cirebon. Namun pada tahun 2010, guna mengefisiensikan produksinya, merelokasi pabrik di Kota Cirebon ke Kota Malang.

Pemerintahan

Kota ini terdiri dari 5 kecamatan yaitu Harjamukti, Kejaksan, Kesambi, Lemahwungkuk dan Pekalipan.

[sunting] Pendidikan

  • Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cirebon
  • Cirebon Institute of Computer (CIC)
  • IAIN Syekh Nurjati Cirebon
  • Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG)
  • STMIK IKMI Cirebon
  • STIKOM Poltek Cirebon
  • Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Universitas Catur Insan Cendekia Cirebon
  • Stikes Mahardika Cirebon (STIKma)
  • Akademi Keperawatan (akper) Dharma Husada cirebon
  • Akademi Kebidanan (akbid) Isma Husada cirebon
  • WIT Institute Cirebon

Pariwisata

Keraton Kasepuhan Salah satu keraton di Cirebon
Makam Sunan Gunung Jati
Sebagai salah satu tujuan wisata di Jawa Barat, Kota Cirebon menawarkan banyak pesona mulai dari wisata sejarah tentang kejayaan kerajaan Islam, kisah para wali, Makam Sunan Gunung Jati, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, kelenteng kuno, dan bangunan-bangunan peninggalan zaman Belanda. Kota ini juga menyediakan bermacam kuliner khas Cirebon, dan terdapat sentra kerajinan rotan serta batik.
Cirebon mempunyai 4 keraton sekaligus di dalam kota, yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon. Semuanya memiliki arsitektur gabungan dari elemen kebudayaan Islam, Cina, dan Belanda. Ciri khas bangunan keraton selalu menghadap ke utara dan ada sebuah masjid didekatnya. Setiap keraton mempunyai alun-alun sebagai tempat berkumpul, pasar dan patung macan di taman atau halaman depan sebagai perlambang dari Prabu Siliwangi, tokoh sentral terbentuknya kerajaan Cirebon. Ciri lain adalah piring porselen asli Tiongkok yang jadi penghias dinding. Beberapa piring konon diperoleh dari Eropa saat Cirebon jadi pelabuhan pusat perdagangan Pulau Jawa.
Selain itu kota ini terkenal juga dengan sebuah taman yang dikenal dengan nama Taman Air Sunyaragi. Taman indah ini dilengkapi dengan teknologi pengaliran air yang sangat canggih pada masanya. Pada masa lalu, air-air mengalir di antara teras-teras tempat para putri raja bersolek, halaman rumput hijau tempat para ksatria berlatih, ditambah menara dan kamar istimewa yang pintunya terbuat dari tirai air.

Daftar daerah tujuan wisata

Wisata Alam

  • Taman Air Sunyaragi
  • Taman Ade Irma Suryani

Wisata Jelajah Kota

  • Wisata Keliling Kota dengan Becak khas Cirebon

Wisata Belanja

Mall dan pusat perbelanjaan
  • Cirebon Super Block (CSB)
  • Grage Mall Bertempat di Jalan Tentara Pelajar No 1 Cirebon.
  • Carrefour (sebelumnya Alfa Cirebon) Beralamat di Jl. Raya Cipto Mangunkusumo No 234 Kota Cirebon.
  • Plaza Yogya Siliwangi Plaza
  • Plaza Yogya Grand center
  • Rajawali Trade Center Bertempat di wilayah perum Kota Cirebon.
  • Giant Hypermarket Terletak di jalan By pass Kota Cirebon.
  • Pusat Grosir Cirebon (PGC) Bertempat di pasar pagi Kota Cirebon.
  • Asia plaza
  • Surya plaza
  • Cirebon Mall Beralamat di Jl Syarief Abdurahman 159 Kota Cirebon.
  • Ace Hardware Cirebon Beralamat di Jl. Syarief Abdurachman No. 36A kota Cirebon.
  • Ramayana di Cirebon Mall Bertempat di lantai dua, Cirebon Mall.
  • Matahari di Grage Mall Bertempat di lantai satu dan dua, grage mall.

Wisata Kota Tua

  • Gedung BI Cirebon
  • Stasiun Kejaksan
  • Pabrik BAT

Wisata Masjid

  • Mesjid Agung Sang Cipta Rasa
  • Mesjid Bata Merah / Panjunan
  • Mesjid At – Taqwa

Wisata Sejarah Walisongo

  • Komplek Pemakaman Gunung Jati di Gunung Sembung, 15 km barat kota.
  • Napak Tilas Jejak Wali Songo Kota Cirebon

Wisata Keraton

  • Keraton Kasepuhan
  • Keraton Kanoman
  • Keraton Kacirebonan
  • Keraton Kaprabonan

Seni dan Budaya

Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Kota Cirebon merupakan perpaduan berbagai budaya yang datang dan membentuk ciri khas tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pertunjukan khas masyarakat Cirebon antara lain Tarling, Tari Topeng Cirebon, Sintren, Kesenian Gembyung dan Sandiwara Cirebonan.
Kota ini juga memiliki beberapa kerajinan tangan di antaranya Topeng Cirebon, Lukisan Kaca dan Bunga Rotan.

Rupa-Rupa

Makanan

Kota Bandung

Kota Bandung
Kota Bandung dilihat dari Cihampelas

Bendera

Lambang
Nama lain: Kota Kembang, Parijs Van Java dan "City Of Heritage"
Motto: Bermartabat (Bersih, Makmur, Taat, dan Bersahabat)

Kota Bandung terletak di Indonesia
Kota Bandung
Lokasi Bandung di Indonesia
Koordinat: 6°54′53.08″S 107°36′35.32″E / 6.9147444°LS 107.6098111°BT / -6.9147444; 107.6098111Koordinat: 6°54′53.08″S 107°36′35.32″E / 6.9147444°LS 107.6098111°BT / -6.9147444; 107.6098111
Negara Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Pemerintahan
 - Wali kota H. Dada Rosada, S.H., M.Si
Luas
 - Kota 16.767 km2
 - Metro 2,2166 km2
Ketinggian 768 m
Populasi (2010)
 - Kota 2.815.097
 Kepadatan 16,789/km²
 Metro 7.414.560
 - Kepadatan metro 3.345.014,9/km²
Zona waktu WIB (UTC+7)
Situs web www.bandung.go.id
Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Sedangkan wilayah Bandung Raya merupakan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabotabek. Di kota yang bersejarah ini, berdiri sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (Technische Hoogeschool, sekarang ITB)[1], menjadi ajang pertempuran di masa kemerdekaan[2], serta pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955,[3] suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, bahkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika.[4]
Pada tahun 1990 kota Bandung menjadi salah satu kota teraman di dunia berdasarkan survei majalah Time.[5]
Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, dan dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini. Dan pada tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur.[6] Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan.

Daftar isi

[sembunyikan]

Geografi

Kota Bandung dikelilingi oleh pegunungan, sehingga bentuk morfologi wilayahnya bagaikan sebuah mangkok raksasa,[7] secara geografis kota ini terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat, serta berada pada ketinggian ±768 m di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi di berada di sebelah utara dengan ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut dan sebelah selatan merupakan kawasan rendah dengan ketinggian 675 meter di atas permukaan laut.
Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir.
Keadaan geologis dan tanah yang ada di kota Bandung dan sekitarnya terbentuk pada zaman kwartier dan mempunyai lapisan tanah alluvial hasil letusan gunung Tangkuban Parahu. Jenis material di bagian utara umumnya merupakan jenis andosol begitu juga pada kawasan dibagian tengah dan barat, sedangkan kawasan dibagian selatan serta timur terdiri atas sebaran jenis alluvial kelabu dengan bahan endapan tanah liat.
Semetara iklim kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan yang lembab dan sejuk, dengan suhu rata-rata 23.5 °C, curah hujan rata-rata 200.4 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 21.3 hari per bulan.[8]

[sembunyikan]Cuaca untuk kota Bandung
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tinggi °F (°C) 85 (29.3) 82 (27.7) 83 (28.6) 85 (29.5) 85 (29.7) 86 (29.8) 86 (30.0) 86 (29.9) 85 (29.7) 85 (29.4) 85 (29.2) 82 (28.0) 85 (29,2)
Rata-rata rendah °F (°C) 75 (23.9) 74 (23.3) 74 (23.4) 75 (24.1) 76 (24.2) 74 (23.5) 73 (22.9) 74 (23.4) 74 (23.6) 75 (23.7) 75 (23.7) 75 (23.7) 74 (23,6)
Hujan inci (mm) 0.8 (19.7) 0.8 (20.3) 0.8 (19.5) 0.8 (19.6) 0.8 (19.4) 0.7 (17.3) 0.7 (16.7) 0.7 (17.7) 0.7 (17.9) 0.7 (18.8) 0.8 (19.7) 0.8 (19.4) 6,2 (156,4)
Sumber: Pemerintah kota Bandung[9] 15 Juli 2010

Bendera Kota Bandung, berdasarkan Surat Keputusan DPRD Sementara Kota Besar Bandung nomor 9938/53 tanggal 8 Juni 1953

Sejarah


Jalan Asia-Afrika. Di jalan ini terdapat gedung tempat berlangsungnya konferensi Asia-Afrika tahun 1955
Kata "Bandung" berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama "Bandung" diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.

Pemandangan jalanan di Bandung (1908)
Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906[10] dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini.[11]
Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.
Pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama "Concordia" (Jl. Asia Afrika, sekarang), berseberangan dengan Hotel Savoy Homann, diadakan untuk pertama kalinya Konferensi Asia-Afrika yang kemudian kembali KTT Asia-Afrika 2005 diadakan di kota ini pada 19 April-24 April 2005.

Kependudukan

Tahun Jumlah penduduk
1941 226.877
1950 644.475
2005 2.315.895
2006 2.340.624
2007 2.364.312
2008 2.390.120
Sejarah kependudukan kota Bandung
Sumber:[12]
Kota Bandung merupakan kota terpadat di Jawa Barat, di mana penduduknya didominasi oleh etnis Sunda, sedangkan etnis Jawa merupakan penduduk minoritas terbesar di kota ini dibandingkan etnis lainnya.
Pertambahan penduduk kota Bandung awalnya berkaitan erat dengan ada sarana transportasi Kereta api yang dibangun sekitar tahun 1880 yang menghubungkan kota ini dengan Jakarta (sebelumnya bernama Batavia).[10] Pada tahun 1941 tercatat sebanyak 226.877 jiwa jumlah penduduk kota ini[13] kemudian setelah peristiwa yang dikenal dengan Long March Siliwangi, penduduk kota ini kembali bertambah dimana pada tahun 1950 tercatat jumlah penduduknya sebanyak 644.475 jiwa.[14]

Pemerintahan


Balai kota Bandung
Dalam administrasi pemerintah daerah, kota Bandung dipimpin oleh walikota. Sejak 2008, penduduk kota ini langsung memilih walikota beserta wakilnya dalam pilkada, sedangkan sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kotanya.

Perwakilan

DPRD kota Bandung 2009-2014
Partai Kursi
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 20
Lambang PKS PKS 9
Lambang PDI-P PDI-P 7
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 6
Lambang PPP PPP 3
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 3
Lambang PAN PAN 1
Lambang PDS PDS 1
Total 50
Sumber:[15]
Sesuai konstitusi yang berlaku DPRD kota Bandung merupakan representasi dari perwakilan rakyat, pada Pemilu Legislatif 2004 sebelumnya anggota DPRD kota Bandung berjumlah 45 orang.[16] Sesuai dengan perkembangan dan pertambahan penduduk maka pada Pemilu Legislatif 2009 anggota DPRD kota Bandung bertambah menjadi 50 orang, yang kemudian tersusun atas perwakilan delapan partai,[15] dan terdiri atas 41 lelaki dan 9 perempuan.[17]

Pendidikan

Kota Bandung merupakan salah satu kota pendidikan, dan Soekarno, presiden pertama Indonesia, pernah menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didirikan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda pada masa pergantian abad ke-20.
Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA negeri dan swasta MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 1023 250 184 25 96 130
Data sekolah di kota Bandung
Sumber:[18]

Kesehatan

Sebagai ibukota provinsi Jawa Barat, kota Bandung memiliki sarana pelayanan kesehatan yang paling lengkap di provinsi ini. Sampai tahun 2007, kota Bandung telah memiliki 30 unit rumah sakit dan 70 unit puskesmas yang tersebar di kota ini,[19] di mana dari 17 unit rumah sakit tersebut diantaranya telah memiliki 4 pelayanan kesehatan dasar sedangkan selebihnya merupakan rumah sakit khusus. Pelayanan kesehatan dasar tersebut meliputi pelayanan spesialis bedah, pelayanan spesialis penyakit dalam, pelayanan spesialis anak serta pelayanan spesialis kebidanan dan kandungan.
Dari jumlah tenaga medis yang tercatat di kota Bandung dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 adalah 86 orang tenaga medis untuk melayani 100.000 penduduk.

Perhubungan

Sampai pada tahun 2004, kondisi transportasi jalan di kota Bandung masih buruk dengan tingginya tingkat kemacetan serta ruas jalan yang tidak memadai, termasuk masalah parkir dan tingginya polusi udara.[20] Permasalahan ini muncul karena beberapa faktor diantaranya pengelolaan transportasi oleh pemerintah setempat yang tidak maksimal seperti rendahnya koordinasi antara instansi yang terkait, ketidakjelasan wewenang setiap instansi, dan kurangnya sumber daya manusia, serta ditambah tidak lengkapnya peraturan pendukung.

Infrastruktur

Sampai tahun 2000 panjang jalan di kota Bandung secara keseluruhan baru mencapai 4.9 % dari total luas wilayahnya dengan posisi idealnya mesti berada pada kisaran 15-20 %.[21] Pembangunan jalan baru, peningkatan kapasitas jalan dan penataan kawasan mesti menjadi perhatian bagi pemerintah kota untuk menjadikan kota ini menjadi kota terkemuka. Pada 25 Juni 2005, jembatan Pasupati resmi dibuka,[22] untuk mengurangi kemacetan di pusat kota,[23] dan menjadi landmark baru bagi kota ini. Jembatan dengan panjangnya 2.8 km ini dibangun pada kawasan lembah serta melintasi Ci Kapundung dan dapat menghubungkan poros barat ke timur di wilayah utara kota Bandung.
Kota Bandung berjarak sekitar 180 km dari Jakarta,[21] saat ini dapat dicapai melalui jalan Tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang) dengan waktu tempuh antara 1.5 jam sampai dengan 2 jam. Jalan tol ini merupakan pengembangan dari jalan Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi), yang sudah dibangun sebelumnya.

[sunting] Angkutan Kota dan Bus Kota

Untuk transportasi di dalam kota, masyarakat Bandung biasanya menggunakan angkutan kota atau yang lebih akrab disebut angkot[24]. Selain itu, bus kota dan taksi juga menjadi alat transportasi di kota ini. Sedangkan sebagai terminal bus antarkota dan provinsi di kota ini adalah terminal Leuwipanjang untuk rute barat dan terminal Cicaheum untuk rute timur.
Pada 24 September 2009, TMB (Trans Metro Bandung) resmi beroperasi, walaupun sempat diprotes oleh sopir angkot setempat.[25] TMB ini merupakan proyek patungan antara pemerintah kota Bandung dengan Perum II DAMRI Bandung dalam memberikan layanan transportasi massal dengan harga murah, fasilitas dan kenyamanan yang terjamin serta tepat waktu ke tujuan.[26]

Pesawat

Kota Bandung memiliki sebuah pelabuhan udara yang bernama Bandar Udara Husein Sastranegara untuk menghubungkan kota ini dengan beberapa kota-kota lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, Menado, Yogyakarta, Batam, Mataram, Makassar, Palembang, Pangkalpinang, dan Medan. Sedangkan untuk rute luar negeri diantaranya Malaysia dan Singapura.

Kereta Api

Kota Bandung juga mempunyai stasiun kereta api yang setiap harinya melayani rute dari dan ke Jakarta, ataupun Semarang, Surabaya dan Yogyakarta, yaitu Stasiun Bandung untuk kelas bisnis dan eksekutif. Sedangkan Stasiun Kiaracondong melayani rute yang sama (kecuali Jakarta) untuk kelas ekonomi.
Selain 2 buah stasiun tersebut, terdapat 5 stasiun KA lain yang merupakan stasiun khusus peti kemas, yakni Gedebage, Cimindi, Andir, Ciroyom dan Cikudapateuh.

Pelayanan publik

Pada tahun 2008, pemerintah merencanakan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Gedebage[27], namun sempat diprotes warga setempat. Dan baru pada tahun 2010 wacana pembangunan PLTSa ini kembali digulirkan, dimana tendernya akan dilakukan pada November 2010 dan proyek ini akan dimulai pada awal 2011 dan diperkirakan selesai pada akhir 2012.[28]
Sementara untuk melayani kebutuhan akan air bersih, pemerintah kota melalui PDAM kota Bandung saat ini baru mampu memasok air untuk 66 % dari total jumlah penduduknya.[29] Hal ini terjadi karena semakin berkurangnya debit air baku, baik sumber air dalam tanah maupun mata air. Sementara itu penggunaan sumber air dalam tanah di kota ini sudah memainkan penting dalam pemenuhan kebutuhan air minum sejak dimulai pembangunan kota ini di akhir abad ke-19, namun seiring dengan perkembangan kota terutama berkembangnya industri serta ditambah kurangnya regulasi dalam konservasi sumber air sehingga menjadikan masalah air minum semakin rumit dan perlu penangganan khusus.[30]
Saat ini sebagian besar sumur artesis milik PDAM, tidak lagi berfungsi termasuk andalan utama pasokan air baku dari Sungai Cisangkuy yang berasal dari Sungai Cilaki melalui Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca.[31] Selain itu pendistribusian air pada masyarakat kadangkala dilakukan secara bergilir dan juga air yang didistribusikan kotor dan keruh pada jam-jam tertentu.[32]

Perekonomian

Pada awalnya kota Bandung sekitarnya secara tradisional merupakan kawasan pertanian, namun seiring dengan laju urbanisasi menjadikan lahan pertanian menjadi kawasan perumahan serta kemudian berkembang menjadi kawasan industri dan bisnis, sesuai dengan transformasi ekonomi kota umumnya. Sektor perdagangan dan jasa saat ini memainkan peranan penting akan pertumbuhan ekonomi kota ini disamping terus berkembangnya sektor industri. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) 2006, 35.92 % dari total angkatan kerja penduduk kota ini terserap pada sektor perdagangan, 28.16 % pada sektor jasa dan 15.92 % pada sektor industri. Sedangkan sektor pertanian hanya menyerap 0.82 %, sementara sisa 19.18 % pada sektor angkutan, bangunan, keuangan dan lainnnya.[33]
Pada triwulan I 2010, kota Bandung dan sebagian besar kota lain di Jawa Barat mengalami kenaikan laju inflasi tahunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.[34] Sebagai faktor pendorong inflasi dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter, yang berupa interaksi permintaan-penawaran serta ekspektasi inflasi masyarakat. Walaupun secara keseluruhan laju inflasi pada kota Bandung masih relatif terkendali. Hal ini terutama disebabkan oleh deflasi pada kelompok sandang, yaitu penurunan harga emas perhiasan. Sebaliknya, inflasi Kota Bandung mengalami tekanan yang berasal dari kelompok transportasi, yang dipicu oleh kenaikan harga BBM non subsidi yang dipengaruhi oleh harga minyak bumi di pasar internasional.
Sementara itu yang menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bandung masih didominasi dari penerimaan hasil pajak daerah dan retribusi daerah, sedangkan dari hasil perusahaan milik daerah atau hasil pengelolaan kekayaan daerah masih belum sesuai dengan realisasi.
Kelompok Triwulan II 2009 Triwulan III 2009 Triwulan IV 2009 Triwulan I 2010
Bahan makanan 5.30 4.35 4.02 3.96
Makanan jadi 5.93 6.21 5.85 5.39
Perumahan 2.62 0.11 1.74 1.97
Sandang 3.80 3.77 5.09 -1.74
Kesehatan 5.52 5.40 5.32 2.20
Pendidikan 6.88 7.55 3.31 3.71
Transporstasi -9.11 -8.64 -5.98 1.09
Total 2.17 1.53 2.11 2.86
Inflasi tahunan kota Bandung
Sumber:[34]

Pariwisata dan Budaya


Jalan Asia-Afrika
Sejak dibukanya Jalan Tol Padaleunyi, kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam menikmati liburan akhir pekan terutama dari masyarakat yang berasal dari Jakarta sekitarnya. Selain menjadi kota wisata belanja, kota Bandung juga dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda, diantaranya Gedung Sate sekarang berfungsi sebagai kantor pemerintah provinsi Jawa Barat, Gedung Pakuan yang sekarang menjadi tempat tinggal resmi gubernur provinsi Jawa Barat, Gedung Dwi Warna atau Indische Pensioenfonds sekarang digunakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk Kantor Wilayah XII Ditjen Pembendaharaan Bandung[35], Villa Isola sekarang digunakan Universitas Pendidikan Indonesia, Stasiun Hall atau Stasiun Bandung dan Gedung Kantor Pos Besar Kota Bandung.
Kota Bandung juga memiliki beberapa ruang publik seni seperti museum, gedung pertunjukan dan galeri diantaranya Gedung Merdeka, tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada tahun 1955,[36] Museum Sri Baduga, yang didirikan pada tahun 1974 dengan menggunakan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega,[37] Museum Geologi Bandung, Museum Wangsit Mandala Siliwangi, Museum Barli, Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Gedung Indonesia Menggugat dahulunya menjadi tempat Ir. Soekarno menyampaikan pledoinya yang fenomenal (Indonesia Menggugat) pada masa penjajahan Belanda, Taman Budaya Jawa Barat (TBJB) dan Rumentang Siang.
Kota ini memiliki beberapa kawasan yang menjadi taman kota, selain berfungsi sebagai paru-paru kota juga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat di kota ini. Kebun Binatang Bandung merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat minati oleh masyarakat terutama pada saat hari minggu maupun libur sekolah, kebun binatang ini diresmikan pada tahun 1933 oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda dan sekarang dikelola oleh Yayasan Margasatwa Tamansari.[38] Selain itu beberapa kawasan wisata lain termasuk pusat perbelanjaan maupun factory outlet juga tersebar di kota ini diantaranya, di kawasan Jalan Braga, kawasan Cihampelas, Cibaduyut dengan pengrajin sepatunya dan Cigondewah dengan pedagang tekstilnya. Puluhan pusat perbelanjaan sudah tersebar di kota Bandung, beberapa di antaranya Istana Plaza Bandung, Bandung Supermal, Cihampelas Walk, Paris Van Java Mall, dan Bandung Indah Plaza.
Sementara beberapa kawasan pasar tradisional yang cukup terkenal di kota ini diantaranya Pasar Baru, Pasar Gedebage dan Pasar Andir. Potensi kuliner khususnya tutug oncom, serabi, pepes, dan colenak juga terus berkembang di kota ini.[39] Selain itu Cireng juga telah menjadi sajian makanan khas Bandung, sementara Peuyeum sejenis tapai yang dibuat dari singkong yang difermentasi, secara luas juga dikenal oleh masyarakat di pulau Jawa.
Kota Bandung dikenal juga dengan kota yang penuh dengan kenangan sejarah perjuangan rakyat Indonesia pada umumnya, beberapa monumen telah didirikan dalam memperingati beberapa peristiwa sejarah tersebut, diantaranya Monumen Perjuangan Jawa Barat, Monumen Bandung Lautan Api, Monumen Penjara Banceuy, Monumen Kereta Api dan Taman Makam Pahlawan Cikutra.

[sunting] Olahraga

Masyarakat kota Bandung dan sekitarnya merupakan pengemar fanatik untuk Persib Bandung, yaitu sebuah klub sepak bola yang bermain di kompetisi Liga Super Indonesia, klub ini menggunakan Stadion Siliwangi sebagai markas dan tempat untuk laga kandang, namun pada pada musim kompetisi LSI 2009-2010 Stadion Si Jalak Harupat juga digunakan klub ini untuk pertandingan kandang. Selain itu di kota ini terdapat juga beberapa klub sepak bola lain yang bermain di kompetisi Divisi 3 Liga Indonesia seperti Bandung Raya dan Saint Prima Bandung. Garuda Flexi merupakan sebuah klub basket yang bermarkas di kota ini dan bermain pada kompetisi IBL.

 Pers dan Media

Pada masa awal kemerdekaan, sekitar bulan September 1945, para pemuda di kota Bandung mengambil alih dengan paksa sebuah surat kabar milik tentara pendudukan Jepang yang sebelumnya bernama Tjahaya dan kemudian menjadi Soeara Merdeka, surat kabar ini sempat terbit setiap hari 4 halaman sampai pada bulan Oktober 1945, sebelum pindah ke kota Tasikmalaya karena tekanan tentara Sekutu waktu itu[40].
Sekarang ini beberapa surat kabar yang masih menjadikan kota Bandung sebagai pusat penerbitannya diantaranya Pikiran Rakyat,[41] Galamedia,[42] Tribun Jabar,[43] Radar Bandung[44] dan Bandung Ekspres.[45]
Kota Bandung juga memiliki beberapa stasiun televisi diantaranya, TVRI Jawa Barat, Bandung TV, Padjadjaran TV, CT Channel, IMTV, Paris Van Java TV, MQTV dan STV Bandung.[46] Selain itu terdapat juga beberapa stasiun pemancar radio diantaranya RRI Bandung, dan sekitar 39 buah stasiun pemancar radio swasta yang tergabung dalam PRSSNI.[47]

[sunting] Musik dan Hiburan

Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional masyarakat Sunda di kota ini dan Jawa Barat pada umumnya, alat musik ini terbuat dari bahan bambu.
Bandung banyak melahirkan penyanyi dan grup musik besar di tanah air. Sejumlah grup musik besar yang dibentuk di Bandung antara lain Peterpan, Kuburan, Pas Band, Cokelat, ST 12, Bimbo dan Matta Band. Penyanyi dari Bandung antara lain: Nazril Irham alias Ariel, Nicky Astria dan Nike Ardilla.

[sunting] Kota kembar

Kota-kota lain yang menjadi bagian dari proyek kota kembar dari kota Bandung adalah: